Polisi Hongkong Paksa Masuk Kampus PolyU Setelah 11 Hari Duel

Polisi Hongkong Paksa Masuk Kampus PolyU Setelah 11 Hari Duel

Potret Kerusuhan Hongkong RUU Ekstradisi China

Polisi Hongkong Paksa Masuk Kampus PolyU Setelah 11 Hari Duel. Hampir 6 bulan sudah udara panas menghiasi Hongkong hingga saat ini. Belum dapat dipastikan kapan kemarahan para demonstran dapat mereda. Kericuhan ini sendiri terjadi pertama kali saat HongKong memutuskan untuk mengambil RUU Ekstradisi China. Yang memungkinkan para tahanan Hongkong maupun warga asing yang berada di Hongkong dapat diadili di China.

Seperti yang mungkin kalian semua sudah tahu. Bahwa sebetulnya Hongkong sendiri merupakan negara liberal yang kuat dengan hukum dan undang-undang mereka sendiri meskipun wilayah Hogkong memang berdiri di kontingen China.

Kepolisian Hong Kong memasuki kampus Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) yang dikepung selama 11 hari terakhir usai bentrokan sengit dengan demonstran pro-demokrasi. Di dalam kampus, polisi mencari bom molotov dan material berbahaya lainnya yang ditinggalkan para demonstran.

 

Polisi Hongkong menemukan persediaan molotov didalam area kampus
Polisi Hongkong menemukan persediaan molotov didalam area kampus

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/11/2019), PolyU menjadi pusat bentrokan antara demonstran dan polisi Hong Kong sejak 17 November lalu. Dalam bentrokan itu, demonstran antipemerintah menggunakan busur, panah dan bom molotov sebagai senjata dalam melawan polisi yang menggunakan gas air mata, meriam air dan peluru karet. Bentrokan berujung pengepungan oleh polisi, dengan demonstran bersembunyi di dalam kampus.

 

Demonstran Masih Bersembunyi Didalam Kampus

Polisi tidak bisa masuk ke dalam kampus dan menunggu para demonstran di luar. Otoritas Hong Kong saat itu menetapkan kampus PolyU sebagai lokasi kerusuhan, yang berarti siapa saja yang terlibat kerusuhan bisa dijerat pidana. Setiap akses keluar kampus diblokir dan para demonstran diminta menyerahkan diri.

Suasana Aula Kampus PolyU yang dijadikan markas berteduh para demonstran
Suasana Aula Kampus PolyU yang dijadikan markas berteduh para demonstran

Namun dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kecil demonstran yang bersembunyi di dalam kampus tampaknya menghilang. Para staf universitas tersebut menyatakan pihaknya hanya mampu menemukan satu demonstran saja di dalam kampus PolyU.

Pada Rabu (27/11) tengah malam, seorang pria bermasker berbicara kepada wartawan di dalam kampus PolyU dan menyebut ada 20 demonstran yang tersisa. Namun hingga Kamis (28/11) pagi waktu setempat, tidak ada tanda-tanda keberadaan demonstran.

Ikuti terus berita-berita terbaru, terkini dan terupdate, hanya di http://sapling-dalston.com/.